Berikut merupakan prosedur peminjaman alat di Laboratorium GLMB;
Berikut merupakan prosedur pelayanan uji sampel tanah di Laboratorium GLMB;
Berikut merupakan daftar sewa alat di Laboratorium GLMB;
Kepada seluruh mahasiswa fakultas geografi diberitahukan bahwa pelaksanaan praktikum manajemen bencana akan dimulai pada:
Pelaksanaan Praktikum
Praktikum survei tanah, erosi dan perencanaan konservasi dimulai pada 29 Agustus 2023 secara luring/offline di ruang laboratorium geomorfologi lingkungan dan mitigasi bencana.
Praktikum Lapangan
Praktikum lapangan survei tanah, erosi dan perencanaan konservasi dilaksanakan pada 19 Oktober 2023. Informasi mengenai praktikum lapangan akan diinformasikan lebih lanjut saat praktikum sudah berjalan.
Kepada seluruh mahasiswa fakultas geografi diberitahukan bahwa pelaksanaan praktikum survei tanah, erosi dan perencanaan konservasi akan dimulai pada:
Pelaksanaan Praktikum
Praktikum survei tanah, erosi dan perencanaan konservasi dimulai pada 21 Agustus 2023 secara luring/offline di ruang laboratorium geomorfologi lingkungan dan mitigasi bencana.
Praktikum Lapangan
Praktikum lapangan survei tanah, erosi dan perencanaan konservasi dilaksanakan pada 28 Oktober 2023. Informasi mengenai praktikum lapangan akan diinformasikan lebih lanjut saat praktikum sudah berjalan.
Responsi
Responsi praktikum survei tanah, erosi dan perencanaan konservasi dilaksanakan pada 16 November 2023. Informasi mengenai responsi akan diinformasikan lebih lanjut saat praktikum sudah berjalan.
SLiDe; Sistem informasi potensi Longsor tingkat Desa.
Laboratorium GLMB bekerja sama dengan BMKG mengembangkan web berbasis GIS yang bertujuan untuk memberikan informasi potensi longsor di tingkat desa. Sampai saat iini SLiDe memiliki wilayah pengamatan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogakarta.
Website SIG-BMKG tersebut dapat diakses melalui link berikut:
Fakultas Geografi UGM dan Pusat Studi Bencana UGM mengembangkan aplikasi yang mudah digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi longsor. Aplikasi ini dapat digunakan oleh penduduk yang bertempat tinggal di wilayah rawan longsor, bahkan di remote area yang kualitas internetnya kurang baik karena aplikasi ini tidak membutuhkan jaringan internet. Status yang tertera pada aplikasi adalah sebagai warning, dan keputusan evakuasi tetap mengacu pada perintah resmi dari pemangku kepentingan setempat. Salam tangguh!!!
Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari hasil pendinginan magma, baik di dalam permukaan (intrusif) maupun di luar permukaan (ekstrusif) (Sigurdsson 2000, McBirney 2007). Karena reservoir magma setiap gunung api memiliki sejarah pembekuan dan kondisi kimia-fisika yang berbeda, maka tekstur dan jenis mineral penyusun batuan beku akan cenderung bervariasi (Gambar 1).
Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman mendasar mengenai dasar-dasar identifikasi batuan beku, baik melalui pengamatan secara petrologi (menggunakan mata telanjang) dan petrografi (menggunakan mikroskop optik). Terlebih lagi, pemetaan tipe batuan gunung api, menjadi penting karena; dengan mengidentifikasi jenis batuan, maka kita dapat memahami sejarah geologi wilayah tersebut dan menentukan potensi sumber daya alam yang ada.
Magma merupakan lelehan pijar yang menjadi sumber utama aktifitas gunung api. Selama masa hidupnya, magma mengalami pendinginan (Sigurdsson 2000, McBirney 2007). Hasil pendinginan magma tersebut umumnya berupa pembentukan mineral dan gelembung-gelembung gas berukuran mikro (Toramaru 2006, Toramaru dkk. 2008, Toramaru 2014, Suhendro dkk. 2022), yang kemudian menjadi komponen utama penyusun batuan beku.
Hal ini mengindikasikan bahwa tekstu-tekstur mikro pada batuan (mineral dan gas) menyimpan rekam jejak penting untuk menggambarkan sejarah pembentukan magma dan dinamika erupsi gunung api; bagaimana proses-proses sebelum erupsi (pre-eruptive, di dapur magma) dan saat erupsi (syn-eruptive, di konduit) mengontrol derajat eksplosifitas suatu erupsi gunung api, seperti hasil penelitian oleh Suhendro et al., 2021 berjudul Magma Chamber Stratification of the 1815 Tambora Caldera-forming Eruption